S I G (SISTEM INFORMASI GEOGRAFI)

Posted: January 17, 2012 in GEOGRAFI

Cukup sulit untuk memberi batasan Sistem Informasi Geografis (selanjutnya disebut SIG atau GIS : Geographic Information System) karena banyaknya cara untuk mendefinisikan dan mengklasifikasikannya. Penekanan-penekanan dalam SIG juga beraneka ragam. Beberapa berpendapat bahwa perangkat lunak dan keras adalah fokus utama, sedangkan yang lain berpendapat bahwa intinya adalah proses informasi/aplikasi.

ESRI (1989) mendefiniskkan SIG sebagai : An organized collection of computer hardware, software, geographic data and personnal designed to efficiently capture, store, update, manipulate, analyze, and display all forms of geographicaly referenced information (kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang didisain untuk memperoleh, menyimpan, memperbaiki, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi. Pada bagian lain ESRI meringkasnya, SIG sebagai A computer system capable of holding and using data describeing places on the earth’s surface (sistem komputer yang mampu menangani dan menggunakan data yang menjelaskan tempat pada permukaan bumi).

Dapat disimpulkan bahwa SIG merupakan suatu alat, metode, dan prosedur yang mempermudah dan mempercepat usaha untuk menemukan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dalam ruang muka bumi. Keywords yang menjadi titik tolak perhatian SIG adalah lokasi geografis dan analisis spasial yang secara bersama-sama merupakan dasar penting dalam suatu sistem informasi keruangan

DATA / INFORMASI SPASIAL

Dimensi
Unsur data/datum dalam SIG memiliki 3 “dimensi”/aspek/label : (1) dimensi keruangan (spatial dimensions) yang menunjuk pada sifat ruang atau lokasi geografi di permukaan bumi; (2) dimensi waktu (temporal dimensions) saat dalam suatu waktu/periode tertentu; dan (3) dimensi tematik, dimensi ini menerangkan apa yang diukur seperti bentuk, kedalaman, variabel. Kadang-kadang dimensi tematik ini disebut sebagai dimensi topikal atau dimensi karakteristik.

Komponen
Pada dasarnya ada 5 komponen atau tahap yang perlu diperhatikan dalam konsepsi, disain, pengembangan, penerapan dan pembinaan suatu sistem informasi, yaitu:

  1. Spesifikasi Data : menyangkut penentuan himpunan data set dan format data (cara bagaimana unsur data disimpan) yang keduanya merupakan input terhadap pengembangan basis data.
  2. Pengumpulan Data : menyangkut pekerjaan mencatat, merekam, mengamati mengenai ukuran, nilai atau status obyek dari himpunan data.
  3. Pengolahan Data : menyangkut pekerjaan penyimpanan, pengambilan kembali dan manipulasi data yang dilaksanakan terhadap data yang disimpan dalam pangkalan data untuk menghasilkan informasi.
  4. Penyebaran Data : menyangkut penyampaian data dan atau informasi kepada para pemakai dalam bentuk tabulasi, peta, informasi dijital, dan lain-lain.
  5. Penerapan Data : dilaksanakan oleh para pemakai data/informasi sewaktu melaksanakan aktivitas operasional, kontrol, perencanaan dan sebagainya.

Jenis Informasi

Dalam lingkup tugas yang diharapkan, ada dua macam sistem informasi yang dapat diidentifikasi (Maguire 1991 dalam Akbar 1995), yaitu : transaction processing system dan decision support system. Pada transaction processing system, penekanannya adalah pencatatan/recording dan ‘manipulasi’ pada setiap kegiatan. Contoh populer adalah pada kegiatan perbankan dan reservasi penerbangan. Pada decision support system, penekanannya adalah pada manipulasi, analisis, dan secara khusus pada permodelan untuk kepentingan mendukung pengambil keputusan.

Analisis
Satu hal yang membedakan dan merupakan ‘kekuatan’ utama SIG dibandingkan dengan sistem iinformasi lainnya adalah kemampuannya dalam melakukan analisis keruangan. Disamping mampu melakukan analisis keruangan SIG sering juga dimanfaatkan untuk analisis visual (biasanya untuk studi social ekonomi), analisis tematikal/topical, analisis temporal.

Analisis keruangan dalam SIG antara lain berupa : union, merge, intersect, clip, dissolve, dll Dalam pengembangannya di Indonesia, kemampuan SIG yang membedakan dengan sistem informasi lainnya ini kurang banyak terimplementasikan. Salah satu penyebabnya antara lain kurang tersedianya data yang siap diolah (peta) dan atau kurangnya sharing data, sehingga pengembangan SIG lebih banyak ke entry data yang kurang lebih akan memakan dana/tenaga 60-70%

Pemahaman Geographics Information System

GIS merupakan akronim dari:

• Geography

Istilah ini digunakan karena GIS dibangun berdasarkan pada ‘geografi’ atau ‘spasial’.
Object ini mengarah pada spesifikasi lokasi dalam suatu space. Objek bisa berupa fisik,
budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada suatu peta untuk
memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu objek sesuai dengan kenyataannya di bumi. Simbol, warna dan gaya garis digunakan untuk mewakili setiap spasial yang berbeda pada peta dua dimensi..

Data Spasial berupa titik, garis, poligon (2-D), permukaan (3-D).
Data Spasial (Source: Purwadhi, 1997)

ü Format Titik Format Garis

– Koordinat tunggal – koordinat titik awal dan akhir

– Tanpa panjang – mempunyai panjang tanpa luasan

– Tanpa luasan

Contoh:

– lokasi kecelakaan – jalan, sungai

– Letak pohon – utility

ü Format Poligon Format Permukaan

– koordinat dengan titik awal – area dengan koordinat vertikal dan akhir sama mempunyai panjang dan luasan – area dengan ketinggian

Contoh:

– tanah persil – peta slope

– bangunan – bangunan bertingkat
Tingkat Model Data Spasial:

  • Ø Gambar kenyataan (reality): persis seperti yang kita lihat;
  • Ø Gambar abstrak (conceptual);
  • Ø Gambar kejadian tertentu (logical): berbentuk diagram atau tabel;
  • Ø Berkas struktur fisik (physical): bentuk penyimpanan pada perangkat keras

• Information
Informasi berasal dari pengolahan sejumlah data. Dalam GIS informasi memiliki
volume terbesar. Setiap object geografi memiliki setting data tersendiri karena tidak
sepenuhnya data yang ada dapat terwakili dalam peta. Jadi, semua data harus
diasosiasikan dengan objek spasial yang dapat membuat peta menjadi intelligent. Ketika
data tersebut diasosiasikan dengan permukaan geografis yang representatif, data
tersebut mampu memberikan informasi dengan hanya mengklik mouse pada objek.
Perlu diingat bahwa semua informasi adalah data tapi tidak semua data merupakan
informasi.
• System

Pengertian suatu sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berintegrasi dan
berinterdependensi dalam lingkungan yang dinamis untuk mencapai tujuan tertentu.

Defenisi GIS

Geographical information system (GIS) merupakan komputer yang berbasis pada sistem informasi yang digunakan untuk memberikan bentuk digital dan analisa terhadap permukaan geografi bumi.

Defenisi GIS selalu berubah karena GIS merupakan bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif masih baru. Beberapa defenisi dari GIS adalah:

1. Definisi GIS (Rhind, 1988):

GIS is a computer system for collecting, checking, integrating and analyzing information related to the surface of the earth.

2. Definisi GIS yang dianggap lebih memadai (Marble & Peuquet, 1983) and (Parker,

1988; Ozemoy et al., 1981; Burrough, 1986): GIS deals with space-time data and often but not necessarily, employs computer hardware and software.

3. Purwadhi, 1994:

  • · SIG merupakan suatu sistem yang mengorganisir perangkat keras (hardware),
    perangkat lunak (software), dan data, serta dapat mendaya-gunakan sistem
    penyimpanan, pengolahan, maupun analisis data secara simultan, sehingga dapat diperoleh informasi yang berkaitan dengan aspek keruangan.
  • · SIG merupakan manajemen data spasial dan non-spasial yang berbasis komputer dengan tiga karakteristik dasar, yaitu: (i) mempunyai fenomena aktual (variabel data non-lokasi) yang berhubungan dengan topik permasalahan di lokasi bersangkutan; (ii) merupakan suatu kejadian di suatu lokasi; dan (iii) mempunyai dimensi waktu.

Alasan GIS dibutuhkan adalah karena untuk data spatial penanganannya sangat sulit terutama karena peta dan data statistik cepat kadaluarsa sehingga tidak ada pelayanan penyediaan data dan informasi yang diberikan enjadi tidak akurat.

Berikut adalah dua keistimewaan analisa melalui Geographical information system (GIS) yakni:

• Analisa Proximity

Analisa Proximity merupakan suatu geografi yang berbasis pada jarak antar layer.
Dalam analisis proximity GIS menggunakan proses yang disebut dengan buffering
(membangun lapisan pendukung sekitar layer dalam jarak tertentu untuk menentukan
dekatnya hugungan antara sifat bagian yang ada.
• Analisa overlay

Proses integrasi data dari lapisan-lapisan layer yang berbeda disebut dengan overlay.
Secara analisa membutuhkan lebih dari satu layer yang akan ditumpang susun secara
fisik agar bisa dianalisa secara visual.

Dengan demikian, GIS diharapkan mampu memberikan kemudahan-kemudahan yang
diinginkan yaitu:

1. penanganan data geospasial menjadi lebih baik dalam format baku
2. revisi dan pemutakhiran data menjadi lebih muda

3. data geospasial dan informasi menjadi lebih mudah dicari, dianalisa dan
direpresentasikan

4. menjadi produk yang mempunyai nila tambah

5. kemampuan menukar data geospasial

6. penghematan waktu dan biaya

7. keputusan yang diambil menjai lebih baik.

Subsistem SIG
Sistem Informasi Geografis dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem sebagai berikut:

a. Data Input: Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan data dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber dan bertanggung jawab dalam mengkonversi atau mentransfortasikan format-format data-data aslinya kedalam format yang dapat digunakan oleh SIG.

b. Data output: Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti: tabel, grafik dan peta.

c. Data Management: Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun data atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, di-update dan di-edit.

d. Data Manipulation & Analysis: Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG dan melakukan manipulasi serta pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

Gambar Subsistem-subsistem SIG

Jika subsistem SIG tersebut diperjelas berdasarkan uraian jenis masukan, proses, dan jenis keluaran yang ada didalamnya, maka subsistem SIG dapat juga digambarkan sebagai berikut:
Karakteristik SIG

  • Ø Merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat disajikan dalam satu sistemberbasis komputer.
    • Ø Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi terkait.
    • Ø Masalah dalam pengembangan meliputi: cakupan, kualitas dan standar data, struktur, model dan visualisasi data, koordinasi kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision support system serta penerapannya
    • Ø Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan dengan letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik
    • Ø Bukan hanya sekedar merupakan pengubahan peta konvensional (tradisional) ke bentuk peta dijital untuk kemudian disajikan (dicetak / diperbanyak) kembali
    • Ø Mampu mengumpulkan, menyimpan, mentransformasikan, menampilkan,
      memanipulasi, memadukan dan menganalisis data spasial dari fenomena geografis suatu wilayah.
    • Ø Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu masalah.
      Contoh : penyelesaian masalah perubahan iklim memerlukan informasi dasar seperti curah hujan, suhu, angin, kondisi awan. Data dasar biasanya dikumpulkan secara berkala dalam jangka yang cukup panjang.

Komponen pada Geographical Information System
1. Hardware

GIS membutuhkan komputer untuk penyimpanan dan pemproresan data. Ukuran dari
sistem komputerisasi bergantung pada tipe GIS itu sendiri. GIS dengan skala yang kecil
hanya membutuhkan PC (personal computer) yang kecil dan sebaliknya.
Ketika GIS yang di buat berskala besar di perlukan spesifikasi komputer yang besar
pula serta host untuk client machine yang mendukung penggunaan multiple user. Hal
tersebut disebabkan data yang digunakan dalam GIS baik data vektor maupun data
raster penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisanya
membutuhkan memori yang besar dan prosesor yang cepat. Untuk mengubah peta ke
dalam bentuk digital diperlukan hardware yang disebut digitizer.
General Hardware Setup for a Microcomputer-based GIS General Hardware Setup for GIS (Source: Purwadhi, 1997) GIS hardware components

* Alat masukan data (digitizer, scanner, keyboard omputer, CD reader, diskette reader)
* Alat penyimpan dan pengolah data (komputer dengan hard disk-nya, tapes or cartridge unit, CD writer)

  • · Alat penampil dan penyaji keluaran/informasi (monitor komputer, printer, plotter)

2. Software

Dalam pembuatan GIS di perlukan software yang menyediakan fungsi tool yang
mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis.
Dengan demikian, elemen yang harus terdapat dalam komponen software GIS adalah:
• Tool untuk melakukan input dan transformasi data geografis

• Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)

• Tool yang mendukung query geografis, analisa dan visualisasi
• Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool geografi.
Inti dari software GIS adalah software GIS itu sendiri yang mampu menyediakan
fungsi-fungsi untuk penyimpanan, pengaturan, link, query dan analisa data geografi.
Beberapa contoh software GIS adalah ArcView, MapInfo, ArcInfo untuk SIG; CAD
system untuk entry graphic data; dan ERDAS serta ER-MAP untuk proses remote
sensing data. Modul dasar perangkat lunak SIG: modul pemasukan dan pembetulan data, modul penyimpanan dan pengorganisasian data, modul pemrosesan dan penyajian data, modul transformasi data, modul interaksi dengan pengguna (input query)


3. Data

• SIG merupakan perangkat pengelolaan basis data (DBMS = Data Base
Management System) dimana interaksi dengan pemakai dilakukan dengan suatu
sistem antar muka dan sistem query dan basis data dibangun untuk aplikasi
multiuser.
• SIG merupakan perangkat analisis keruangan (spatial analysis) dengan kelebihan
dapat mengelola data spasial dan data non-spasial sekaligus.

Syarat pengorganisasian data:

Volum kecil dengan klasifikasi data yang baik; Penyajian yang akurat; Mudah dan cepat dalam pencarian kembali (data retrieval) dan penggabungan (proses komposit).

Type Data

.. Data lokasi

.. Koordinat lokasi

.. Nama lokasi

.. Lokasi topologi (letak relatif: sebelah kiri danau A, sebelah kanan pertokoan B)

.. Data non-lokasi:

.. Curah hujan

.. Jumlah panen padi

.. Terdiri dari variabel (tanah), kelas (alluvial), nilai luas (10 ha), jenis (pasir)

.. Data dimensi waktu (temporal):

.. Data non-lokasi di lokasi bersangkutan dapat berubah dengan waktu (misal: data curah hujan bulan Desember akan berbeda dengan bulan Juli)
Capturing and Displaying Data

Masukan dan Keluaran Basis Data SIG

* Sumber data SIG: data lapangan, data statistik, peta, penginderaan jauh
* Penyiapan data: data dikumpulkan, dikonversi, diklasifikasi, disunting dan
ditransformasi dalam basis data

* Pembentukan format data keruangan (spasial): dijitisasi peta (diatas peta / di-screen
monitor), interpretasi citra dijital dan konversi raster ke vektor secara otomatis penuh
atau sebelumnya di-scan dulu, import dari sumber lain

* Bentuk data masukan SIG: spasial/non-spasial, vektor/raster, tabular alfanumerik

Basis data SIG: posisi dan hubungan topology, data spasial dan non- spasial, gambaran obyek dan fenomena geografis (dataran rendah tinggi, kondisi lingkungan, kota ,sungai), obyek dikaitkan dengan koordinat bumi

* Lapis data pada basis data SIG: lapis data dibuat sesuai dengan temanya: penggunaan
lahan, jenis tanah, topografi, populasi penduduk, ada data primer (topografi,
perairan/laut/sungai, pencacahan penduduk, hujan, suhu, kelembaban) dan sekunder
(sudah diproses sebagai informasi)

*Penyajian informasi (keluaran): peta, grafik, tabel, laporan

Capturingand Displaying Data (continuation) (Source: Purwadhi, 1997)

Lima Cara Perolehan Data/Informasi Geografi

• Survei lapangan: pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi
air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).

  • · Sensus: dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan;
    pengumpulan data secara nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk,
    sensus kepemilikan tanah).
  • · Statistik: merupakan metode pengumpulan data periodik/per-interval-waktu
    pada stasiun pengamatan dan analisis data geografi tersebut, contoh: data curah
    hujan.
  • · Tracking: merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk
    tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan, contoh: kebakaran hutan,
    gunung meletus, debit air sungai.
  • · Penginderaan jarak jauh (inderaja): merupakan ilmu dan seni untuk
    mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui analisis
    data yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dengan
    obyek, wilayah atau fenomena yang diamati

Daftar Pustaka

http://niyarcute.multiply.com/reviews/item/1

http://www.geocities.com/yaslinus/dasar_sig.html

http://ftsi.files.wordpress.com/2008/04/rahmat-sig.pdf

http://arashirin.wordpress.com/2007/12/31/konsep-dasar-sistem-informasi-geografis/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s