Penginderaan JauH

Posted: March 6, 2012 in GEOGRAFI

Pengertian Penginderaan Jauh

Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah, atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat (sensor) tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah, atau gejala yang dikaji (Lillesand and Kiefer, 1979). Sedang menurut Lindgren, Penginderaan jauh ialah berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut khusus berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi.

Karena tanpa kontak langsung, diperlukan media supaya obyek atau gejala tersebut dapat diamati dan ‘didekati’ oleh si penafsir. Media ini berupa citra (image atau gambar). Citra adalah gambaran rekaman suatu obyek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang dibuahkan dengan cara optik, elektro-optik, optik mekanik, atau elektronik. Pada umumnya ia digunakan bila radiasi elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu obyek tidak langsung direkam pada film.

Macam-macam sensor :
Berdasarkan sifatnya ;
a. sensor alami ⇒ mata, telinga, hidung …
b. sensor buatan ⇒ kamera, radar, sonar …
Berdasarkan sumber energinya ;
a. sensor aktif ⇒ – sumber energi berasal dari sensor itu sendiri / energi buatan.
sensor dilengkapi dengan alat pemancar dan penerima pantulan gelombang elektromagnetik
b. sensor pasif ⇒ – sumber energi bukan berasal dari sensor itu sendiri, baik eneri alami (matahari) maupun buatan
sensor hanya dilengkapi dengan alat penerima pantulan / pancaran gelombang elektromagnetik.
Berdasarkan proses perekaman :
a. sensor fotografi ⇒ – data direkam pada emulsi film, diproses secara kimiawi menghasilkan foto
b. sensor elektronik ⇒ – data direkam pada pita magnetik dalam bentuk sinyal elektrik diproses secara elektronikmenghasilkan baik data  visual / gambar maupun data digital

Macam-macam Data :
Data digital ⇒ berupa angka
Data visual / Citra ⇒ berupa gambar
Macam-macam data visual ⇒ Citra foto → foto udara
⇒ Citra nonfoto → tampilan gambar di monitor

Macam-macam citra foto :
a. Berdasarkan Wahana yang digunakan:
Foto udara ⇒ dihasilkan dari pesawat udara
Foto orbital / satelit ⇒ dihasilkan dari satelit
b. Berdasarkan sonsornya :
Foto tunggal ⇒ Suatu wilayah dipotret dalam selembar foto
Foto Jamak ⇒ Suatu wilayah dipotret dalam beberapa lembar foto
# Multi spektral ⇒ Beberapa foto pada daerah yang sama dihasilkan pada waktu yang bersamaan.
# Multi temporal ⇒ Beberapa foto pada daerah yang sama dihasilkan pada waktu yang berbeda.
# Multi level ⇒ Beberapa foto pada daerah yang sama dihasilkan dari ketinggian yang berbeda.
c. Berdasarkan spektrum elektromagnetik :
Foto ultraviolet ⇒ menggunakan spektrum ultraviolet (… → 0,29 μ )
Foto Ortokromatik ⇒ menggunakan sebagian dari spektrum tampak, dari spektrum biru sampai sebagian spektrum hijau (0,4 → 0,5 μ)
Foto Pankromatik ⇒ menggunakan spektrum tampak (0,4 → 0,7 μ)
Foto Inframerah ⇒ menggunakan spektrum inframerah (0,7 → 0,9 → 1,2 μ)
d. Berdasarkan warnanya :
Foto warna asli (true color)
Foto warna semu (false color) ⇒ foto ultraviolet, foto inframerah, foto hitam putih.
e. Berdasarkan sumbu kamera :
Foto vertikal.
Foto condong (kemiringan > 30), terdiri dari ;
# Foto agak condong (low obligue) ⇒ Cakrawala tampak pada foto
# Foto sangat condong (high oblique) ⇒ Cakrawala tidak tampak pada foto

Macam-macam citra nonfoto :
a. Berdasarkkan wahana yang digunakan ;
Citra dirgantara (airborne image) ⇒ dihasilkan dari pesawat
Citra satelit (satellite / spaceborne image) ⇒ dihasilkan dari satelit
b. Berdasarkan sensor :
Citra tunggal
Citra jamak
c. Berdasarkan Spektrum elektromagnetik yang digunakan;
Citra inframerah thermal ( 3,5 → 5,5 , 8 → 14 μ )
Citra radar dan Citra gelombang mikro ⇒ dihasilkan dari pektrum gelombang mikro
Citra radar , termasuk sistem aktif
Citra gelombang mikro, termasuk sistem pasif

Ciri-ciri utama yang dapat diidentifikasi dari suatu obyek pada citra ada 3, yakni:

1. Ciri spektoral / spektral : yaitu ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan obyek. Ciri spektoral dinyatakan  dengan;
Rona: yaitu tingkat kegelapan dan kecerahan suatu obyek yang tergambar pada citra dalam wujud hitam / putih. Rona dipengaruhi oleh  beberapa faktor, antara lain :
– Karakteristik / sifat suatu obyek
– Cuaca
– Letak
– Waktu
– Bahan yang digunakan (kepekaan film)
– Pemrosesan emulsi
Warna : yaitu wujud yang tampak pada mata dengan menggunakan spektrum sempit dari spektrum tampak.

Pengenalan pola spektral obyek dapat menjadi pemandu yang sangat bermanfaat dalam upaya mengenali obyek pada citra. Secara garis besar dapat di katakan bahwa air jernih cenderung memberikan pantulan yang lebih rendah dari pada air keruh pada semua wilayah panjang gelombang.

Vegetasi memberikan pantulan yang sangat rendah pada spectrum biru, meningkat agak tinggi pada spektrum hijau (oleh karena itu daun tampak hijau di mata manusia), menurun lagi di spectrum merah (karena serapan kuat oleh pigmen daun), dan meningkat sangat tajam di spectrum Inframerah dekat, sebagai akibat dari pantulan oleh ruang antar sel pada jaringan spongi daun. Vegetasi kembali memberikan pantulan yang rendah pada saluran inframerah tengah I dan inframerah II karena pengaruh kandungan lengas (kelembaban) yang tinggi. Tanah bertekstur relatif kasar (pasiran) ataupun relatif lembab memberikan pantulan yang cenderung meningkat dari sprektrum biru ke inframerah dekat, kemudian sedikit turun pada spectrum inframerah tengah I dan II karena pengaruh serapan oleh lengas tanah. Tanah bertekstur relatif halus ataupun yang berona cerah di lapangan dan sangat tipis cenderung memberikan pantulan yang tinggi pada semua spectra. Dedaunan yang kering akan memberikan pantulan yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya panjang gelombang. Meskipun demikian gejala ini cenderung ideal pada laboraturium, sedangkan kombinasi berbagai faktor di lapangan kadang-kadang mengaburkan pola teoritis semacam ini.

2. Ciri spasial : yaitu ciri suatu obyek yang berkaitan dengan masalah keruangan, meliputi;

– Bentuk ; merupakan kerangka suatu obyek, sehingga banyak suatu obyek yang dikenali berdasakan bentuknya.
Contoh : * Jalan keretaapi bentuknya memanjang dan lebih lurus dari jalan raya.
* Bangunan sekolah berbentuk; I, L atau U
– Ukuran; merupakan ciri suatu obyek yang berkaitan dengan jarak, luas, tinggi, lereng dan volum. Untuk mentukan ukuran sutu obyek  yang tergambar pada foto udara maka foto tersebut terlebih dahulu harus dicari skalanya.

3. Ciri Temporal : yaitu ciri suatu obyek yang tergambar pada citra berdasarkan umur / waktu suatu benda pada saat dilakukan perekamanan.
Contoh ; * Tanaman tebu dan jagung sulit dibedakan pada saat masih berumur 1 bulan, tetapi akan mudah dibedakan jika berumur lebih dari 2,5 bulan.
* Sungai pada citra tampak gelap pada musim kemarau (karena airnya jernih) dan tampak lebih cerah pada musim penghujan (karena airnya keruh sehingga lebih banyak memantulkan sinar).

Interpretasi citra merupakan suatu kegiatan untuk menentukan bentuk dan sifat obyek yang tampak pada citra, berikut deskripsinya.interpretasi citra dan fotogrametri berhubungan erat, meskipun keduanya tidak sama. Bedanya, fotogrametri berkepentingan dengan geometri obyek, sedangkan interpretasi citra berurusan dengan manfaat, penggunaan, asal-usul, ataupun identitas obyek yang bersangkutan (Glossary of the Mapping Science, 1994).

Lillesand dan Kiefer (1994) dan juga Sutanto (1986) menyebutkan 8 unsur interpretasi yang di gunakan secara konvergen untuk dapat mengenali suatu obyek yang ada pada citra , kedelapan unsur tersebut ialah warna/rona, bentuk, ukuran, bayangan, tekstur, pola, situs dan asosiasi. Diantara ke delapan unsur tersebut, warna/rona merupakan hal yang paling dominan dan langsung mempengaruhi penggunan citra dalam memulai interpretasi.

bersambung…..

Daftar Pustaka

http://mulyanto-12.blogspot.com/2007/12/penginderaan-jauh.html

http://udhnr.blogspot.com/search?updated-max=2010-08-04T21:01:00%2B07:00&max-results=5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s